3 Investasi Mata Uang yang Bisa Lo Lakukan SEKARANG!

Selama ini gue hampir ga pernah begitu ngikutin apalagi terjun ke dunia investasi. Karena yang gue pikir, memulai bisnis itu juga termasuk investasi. Pertama kali nekad terjun bebas ke bisnis, gue gagal total karena tantangan yang bener-bener ga terduga muncul di tengah jalan.

Untuk yang pertama kali itu gue bener-bener nyerah, karena bener-bener meras energi dan aspek kehidupan gue yang lain jadi berantakan. Tapi kalo kata orang, you lose the battle but not the war.

Ada banyak battle yang gue laluin, tapi kali ini gue mau fokus ngebahas soal investasi, khususnya karena gue baru mulai dan cukup excited soal hal ini.

 

Nah, belakangan gue sering liat iklan soal binary option. terutama pas lagi nonton YouTube.

Awalnya sih biasa aja, tapi karena iklannya konsisten dan sesuai dengan law of averages pada akhirnya gue penasaran juga dan gue jadi keinget bos gue jaman dulu yang demen main Forex. Sama ga nih? Kalo sama sih gue bisa nanya-nanya ke dia kan.

Nah setelah berkali-kali dicekokin iklan binary option terus-terusan, gue mulai mikir : daripada ngabisin waktu bengong maen Mobel Lejen Beng Beng, buka bokep atau ngelakuin hal-hal yang ga berguna mending iseng main ini, kan mayan kalo pas lagi ngudut dapet profit ya sekedar $10 gitu.

Ga mimpi jadi multimilyader main beginian. So gue nekad terjun bebas kesini. Yaaa itung $10 sehari itu cukup gede, apalagi kalo bisa dilakuin pas bengong.

Ga semua iklan kena gue yak misalnya CoC atau Legacy of Discord, dulu gencar banget, tapi mungkin keseringan gue jadinya eneg juga. Mobile Legend juga gencar banget iklannya, mana tiap istirahat di warteg pada main beginian.

Gue sendiri udah sempet cobain, itu game. Seru sih, tapi malesnya kalo pindah handphone mesti leveling ke level 8 lagi buat restore account gue. Gue jadi males mainin dari awal. Tapiii… untungnya aja gue ketemu kejadian kayak gitu.

Dan sekarang otak gue udah fix, daripada buang-buang waktu buat leveling character virtual yang ga bisa dipake buat apa-apa selain buat bragging rights elo, gue pilih investasi duit beneran.

Nah, gue bagi pengalaman gue dikit soal tiga investasi online : Cryptocurrency, Forex dan Binary Option.

Cryptocurrency

Blockchain

Kayaknya untuk Cryptocurrency mesti gue jelasin sedikit soal sejarahnya.Lo mungkin pernah denger soal Bitcoin tapi gue yakin jarang yang denger istilah “blockchain”.

Singkatnya, perbandingan Blockhain dan Bitcoin itu sebanding Internet dengan Email, komputer dan OS Windows, atau smartphone dan AndroidTanpa internet, ga akan ada email. Tanpa komputer ga akan ada Windows. Tanpa smartphone ga akan ada Android. Begitu dan seterusnya. You get the idea.

Dan tanpa blockchain, ga akan ada Bitcoin dan Cryptocurrency (semua uang digital yang beredar disana) atau Altcoin (sebutan untuk Cryptocurrency selain Bitcoin) lainnya.

Teknologi blockchain itu sendiri diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, orang yang memang menciptakan Bitcoin, dan awalnya memang untuk Bitcoin. Teknologi blockchain ini ga ada yang nyangka bakal jadi sebesar ini. Mengingat kalo Satoshi Nakamoto itu sebenernya cuma alias, ga ada yang tau identitas aslinya siapa. Emang namanya Jepang banget, tapi sampe detik ini ga ada yang tau pasti siapa itu Satoshi.

Booming blockchain ini persis ketika pertama kali internet mulai naik daun, banyak website dan portal yang bermunculan, search engine membludak (Yahoo, Altavista, Lycos, AskJeeves dsb), tapi pada akhirnya yang bertahan cuma sedikit., dan yang menjadi raksasa lebih sedikit lagi. Misalnya dari puluhan (atau malah ratusan) search engine tersebut cuma google yang menguasai pasar sekarang dan berkembang merambah dunia mobile devices (Android).

Nah kalo dengan analogi yang sama, di dunia sosmed dulu rajanya bernama Friendster (populer di Asia), dan MySpace (populer di Barat). Keduanya bertahan cukup lama, tapi ternyata muncul monster yang dinamain Facebook. Dua-duanya kandas setelah Facebook muncul. Dan Facebook udah bertahan selama 10 tahun lebih sampe detik ini.

Nah tinggal nunggu waktu aja, Cryptocurrency mana yang bakal bertahan. Tapi yang jelas, Bitcoin emang masih nomer 1 di dunia.

Anyway, balik ke soal Blockchain. Blockchain ini agak sulit dijelasin konsep teknisnya. Intinya adalah data yang tak bertuan, tidak mempunyai pusat (decentralized). Kalo lo baca website ini, website ini server yang menampungnya, ini yang istilahnya “centralized”, kebalikannya blockhain.

Gambaran Besar Blockchain

Gambaran besarnya, soal decentralized itu, kita pake analogi website lagi kayak di sub bab sebelumnya. Lo bayangin website ini disimpan di device elo masing-masing. Setiap orang megang website ini secara offline. Begitu ada yang online, data itu disebar lagi ke semua pengguna lain, dan dicocokkan satu sama lain, tanpa server terpusat.

Keuntungannya? Ga ada “middle man” seperti pada system centralized, kalo dalam analogi ini, web host yang gue sewa itu sebagai “middleman”nya. Dalam kasus blockchain, web host ditiadakan, dan elo langsung mengakses web ini dari gue, atau dari user lain. Akurasi data juga dicocokkan dengan semua pengguna. Jadi rada susah dipalsukan.

Nah tujuan awal dari diciptakannya Bitcoin itu mengeliminasi middleman tersebut, seperti yang udah lo liat terjadi dengan beberapa bisnis di dunia. Misalnya Airbnb untuk penginapan, Uber untuk transportasi. Nah kalo middlemannya uang, siapa dong? Dalam kasus ini, utamanya bank.

Tapi aman ga? Nah disini elo perlu ngerti dikit soal blockchain. Pas awal memang ada beberapa kasus hacker yang berhasil jebol dan nyedot Bitcoin beberapa kali. Satu kasus misalnya website investasi Ethereum (ETH) yang tiba-tiba menghilang. Tapi dari pengalaman itu cryptocurrency dan blockchain terus dikembangkan lagi sekuritinya. Sedangkan altcoin lainnya sudah belajar dari Bitcoin.

Dan sejujurnya kalo liat dari kasus pembobolan yang udah-udah rata-rata lebih disebabkan karena orang berusaha mensentralisasinya (terpusat). Padahal cara kerjanya jelas-jelas ga seperti itu. Bitcoin harus decentralized (tersebar, tidak terpusat).

Kalo ngomong fair-fairannya sih ya bahkan bank-bank konvensional saat ini aja masih banyak yang kebobolan juga, mau dari online ataupun offline, contohnya kasus BRI yang baru-baru ini kejadian. Dan apa bedanya sama perusahaan-perusahaan investasi bodong yang sering kejadian selama ini?

Untuk blockchain (dalam kasus ini cryptocurrency/altcoin) sendiri, nilainya bener-bener tergantung pasar. Nah data ini termasuk data nilai, perubahan, transaksi dsb, yang disimpan dalam bentuk kode. Setiap ada perubahan/pergerakan, system menulis data baru dan mencocokkan dengan data yang lama, dan ini dicocokkan dengan system peer-to-peer ke semua user.

Kalo cocok, maka transaksi/pergerakan dilakukan. Kalo ga cocok, maka transaksi/pergerakan itu diabaikan. Dan yang memegang data lama ini bukan cuma satu entiti/individu aja. Tapi semua orang yang berpartisipasi di dalamnya. Maka dari itu sekuritinya tinggi banget dan agak sulit kalau ada orang yang nyoba memalsukan data baru.

Aplikasi/implementasi blockchain itu sendiri sangat luas, bukan cuma di Cryptocurrency aja dan di lingkungan programmer ini topik yang lagi hot-hotnya sekarang. Beberapa ahli teknologi ternama juga bilang blockchain ini teknologi masa depan.

Ga bisa disangkal kalo sebagian besar manusia itu ga pernah suka yang namanya perubahan. Blockchain dan Bitcoin (altcoin pada umumnya) bakal membawa perubahan di masa depan, jadi berita pembobolan Bitcoin itu cukup santer diblow up, khususnya belakangan juga banyak investor konvensional yang benci banget sama cryptocurrency.

Tapi gue rasa itu cuma karena mereka ga paham dengan hal yang baru. Pengetahuan dan pengalaman mereka bertahun-tahun jadi ga berguna di hadapan cryptocurrency.

Kasus orang-orang yang ga suka dengan perubahan itu contohnya industri streaming (YouTube, Netflix, Hulu, dsb) VS TV konvensional (CNN, WSJ, dsb). Waktu itu Felix Kjellberg yang dibidik sama WSJ (W*ll Street Journal), karena Felix itu termasuk icon atau simbol dari kesuksesan media streaming.

Ya sekali lagi soal kebobolan mah ga usah dibahas deh. Resiko itu akan selalu ada. Misalnya leak foto-foto syur yang disedot dari iPhone punya seleb. Padahal katanya Apple itu mengedepankan sekuriti. Ga bisa dipungkirin juga, ga jarang kasus kesalahan/pembobolan yang terjadi karena human error usernya sendiri, bukan companynya.

Cryptomining

Belakangan ini mungkin lo sering liat banyak orang yang ngebangun rig komputer dengan banyak VGA card bleeding edge (kayak Nvidia GTX 1080). Mereka bangun rig itu bukan buat ngegame, tapi buat “mining” atau menambang koin digital (cryptocurrency).

Konsepnya gue ga nangkep. Kenapa harus ditambang, dan gimana nambangnya dari kalkulasi komputer, gimana cara generate uangnya/digital koinnya. Jadi gue ga akan bahas konsepnya panjang lebar, karena gue emang ga ngerti. Jujur aja uang konvensional tata cara penerbitannya gimana, inflasi, dsb gue sebenernya dari bocah sampe detik ini juga ga begitu paham benernya.

Yang jelas, lo perlu hardware supercanggih dan butuh waktu luammmaaa banget buat nambang spesifik Bitcoin. Tapi masih ada kesempatan buat mining altcoin (coin selain Bitcoin).

Nah, di Play Store, gue sering liat apps yang menjanjikan Bitcoin atau altcoin. Rada ga mungkin sekarang kalo dilakukan cuma dari hardware mobile. Ada beberapa yang mungkin legit, seperti contohnya elo diminta melakukan kegiatan spesifik (seperti nonton iklan, atau nginstall app), yang menghasilkan poin, dan poin ini bisa lo tukar ke cryptocurrency. App-app seperti ini udah lama beredar, tapi dulunya ngebayar elo dengan Rupiah atau Dolar.

Jenis-jenis Cryptocurrency

Cryptocurrency yang beredar sekarang banyak. Kalo gue sendiri invest di Ripple (XRP) dan Bitcoin (BTC). Koin lain yang harus dibeli pake bitcoin, masih belon nemu cara belinya, atau websitenya cukup sulit registernya (biasanya website luar).

Lo bisa cek (hampir) semua cryptocurrency yang beredar, atau baru dirilis (ICO, Initial Coin Offering) di website CoinMarketCap dan CoinRanking. Disitu selain ngeliat list coinnya, lo juga bisa liat coin mana yang masih mungkin ditambang, berapa banyak peredarannya saat ini, juga termasuk tempat beli coin-coin tersebut,

Salah satu tempat beli altcoin yang populer, itu Binance. Jangan tanya gue gimana cara beli koin disitu, karena gue juga belon pernah beli dari mereka.

Investasi Cryptocurrency

Sewaktu Bitcoin ngelonjak ke hampir $20000 dari nilainya yang dibawah $100, orang-orang pada berbondong-bondong investasi kesini, berharap peaknya itu terulang kembali.

Gue pribadi udah cukup lama tertarik sama cryptocurrency in general, tapi sayang jaman dulu gue ga nemu cara pembelian yang gampang dan legit. Ini sebelum peaknya. Atau malah elo perlu punya BTC (bitcoin) dulu sebelum bisa beli cryptocurrency yang lain.

Dan ya gue percaya kalo cryptocurrency ini mata uang masa depan. Inilah kenapa walo gue udah kelewatan kereta pas peaknya Bitcoin, gue tetep milih invest kesini. Bukan cuma soal fluktuasinya aja. Malah kalo lo berharap fluktuasi gila-gilaan kayak waktu nyentuh titik $20000 nyaris mustahil sekarang kayaknya. Walau ga tertutup sama sekali kemungkinannya.

Ini investasi masa depan, jangka panjang. Jangan harap lo bisa jadi milyader besoknya karena altcoin ngelonjak sampe 2000% lagi dalam waktu sekarang. Tapi jujur aja kalo ada peak lagi gue ga kan protes hehe.

 

Cara Memulai

Setelah malang melintang sana sini cari cara pembelian crypto, gue nemu satu website yaitu IndoDax.com. Mereka baru ganti branding dari BitCoin.co.id. Keduanya sama. Company ini dimulai oleh Oscar Darmawan, orang Indonesia yang cukup awal terjun dengan Bitcoin. Lengkapnya soal doi silakan googling sendiri ya. IndoDax juga ngeluarin coin sendiri yang namanya Tokenomy (TEN) yang bisa lo beli di website ini.

Dan ya, link yang gue kasih diatas itu link referral ke akun gue. Please gunakan link itu buat ngesupport web ini.

Saat ini 3 cryptocurrency terbesar di dunia itu Bitcoin (BTC), Etherium (ETH) dan Ripple (XRP). Ada ratusan, kalo engga ribuan altcoin yang beredar diluar sana, mungkin lo bisa mencoba-coba keberuntungan elo megang altcoin baru yang mungkin bakal ngalamin lonjakan tiba-tiba kayak Bitcoin.

Dan kebeneran sekarang semua grafik cryptocurrency lagi turun. Nah cuma ada 3 cara ngeliat trend ini. Waktunya beli, waktunya jual, atau nonton aja? Kalo lo beli di harga bawah, dan masih profit, ya waktunya jual. Kalo lo belon punya portfolio sama sekali ya waktunya beli. Walau ini bukan patokan absolut ya.

Namanya pasar, ga bakalan ada yang bisa prediksi. Dan kalo elo ragu akan masa depan altcoin, ya nonton aja. Asal jangan nyesel aja ketika cryptocurrency mulai merambah pasar mainstream lo ketinggalan kereta.

Forex

Kenal forex trading dari boss gue jaman dulu. Dia dari kuliah mulai dengan MLM sabun. Yes, sabun. Dari situ dia bisa biayain kuliahnya sendiri, sampe beli apartment dan mobil Mitsubishi Lancer (yang udah dimodif kayak mobil-mobil di Fast And Furious). Orangnya klimis banget, kemana-mana pake kemeja. Jaimnya minta ampun, dan ya kalo gue ngeliat pribadi orangnya sih kayaknya terlalu serius.

Waktu main ke apartmentnya dia, dia tunjukkin komputernya yang nyala dan terkoneksi ke internet 24/7. Dia bilang semua udah diotomatisasi pake script/programming. Jadi dia otomatisasi, beli pas kapan, jual pas kapan.

Dan sehari liat profitnya sih ngiler yah. Dia sempet ngajakin gue MLM yang baru, yang sistemnya sama persis seperti yang dia jalanin dulu (MLM suplemen).

Sayang emang situasi satu orang ga bisa disamakan sama situasi orang lain 100%. Gue sempat ke meeting orang-orang MLM ini, dan emang tipe orangnya beda banget dengan komunitas gue, yang sebagian besar berisi orang kreatif. Mereka ngomongnya investasi, asuransi, saham, dll.

Sedangkan ketika gue ngobrolin soal hal-hal beginian di komunitas gue, gue dianggap aneh. Kalo mau tau, emang lingkungan gue isinya orang-orang industri kreatif. Jadi attempt gue banting setir kali ini gagal total. Tapi setidaknya gue udah coba, udah tau tantangannya seperti apa.

Anyway soal forex, gue ga tau jelas aplikasi yang dia pakai itu apa. Tapi setelah research sana sini, kayaknya aplikasi yang gue temuin sama dengan apa yang gue liat di apartmentnya dia dulu. Mt (MetaTrader, sekarang udah versi 5).

Dan kalo ga salah dia juga bilang dulu lo harus deposit minimal 100 jt (atau sekitar 10000 dolar) buat bisa main di forex. Jadi selama beberapa tahun gue anggep angin aja. Karena duit segitu buat kemungkinan menguap, ga punya dan kalaupun punya gue ga berani.

Diluar itu gue juga keburu ilfil liat aplikasi Mt5. Dan investasi forex sendiri sepertinya bakal banyak yang harus dipelajarin (misalnya term “pip” dan “spread”), yang mana gue ga mau terlalu banyak ngabisin waktu kesini. Like I said, daripada ngabisin waktu bengong mainin mobel lejen beng beng, mending gue cari duit sekalian. Itu aja kok.

So far sejauh research yang gue lakukan, Meta Trader itu emang dipakai sama banyak broker. Mesti pilih lagi, research lagi broker yang mana yang bisa diandalin. Belum lagi baca grafik, belon lagi cara baca pasar, baca berita, dll.

Emang intinya sih simple aja ya. Kalo pas lagi naik, jual, kalo pas lagi turun beli. Tapi, soal forex gue putusin pass dulu deh. Sampe satu hari gue kepincut iklannya binary option, kayak yang gue ceritain di awal artikel ini. Karena bisa main dengan $1 aja. What do I got to lose?

Binary Option

Konsep

Grafik yang digunakan di binary option ini make grafik dari perdagangan aset beneran, ya forex ya saham ya emas.

Kalo dipersimple sampe ke barebonenya, ini cuma masalah kapan beli dan kapan jual. Tapi bedanya dengan jual beli aset beneran, lo investasikan nominal sebesar yang elo mau. Kalo lo nekad, lo bahkan bisa investasikan semua deposit elo.

Nah, tugas elo, cuma nebak : harga aset tersebut bakal naik atau bakal turun dalam waktu x menit/jam? Singkatnya emang kalo blak-blakan ngomongnya sih ini emang mirip judi olahraga. Siapa yang menang, siapa yang kalah.

Lah kalo gitu apa bedanya sama judi? Banyak.

Satu, lo bisa narik uang yang lo invest, dalam kurun waktu tertentu. Tapi tentunya dipotong biaya buat broker kalo lo batalin transaksinya.

Dua, lo bisa set waktu penutupan (expiration line), mau 1 menit, 5 menit, atau bahkan akhir hari. Akhir bulan juga bisa. Tapi tentunya profitnya beda-beda untuk tiap setting.

Tiga, ada indikator grafik yang bisa lo baca. Misalnya kalo trendnya menurun, ya lo invest di “put” namanya. Kalo trendnya naik, lo invest di “call”. Dan grafik ini menggunakan grafik aset beneran.

Lo perlu catet juga, payback rate rata-rata broker (yang nyediain platform untuk trading ini) kayaknya ga ada yang 100%. Misalnya lo invest $1, harusnya kan kalo tebakan elo bener, lo dapet $1 lagi, dalam arti lo dibayar total $2. Rata-rata broker maksimum kasih profit sekitar 80%. Jadi instead of $2, lo dapet balik $1.8.

Diluar itu, broker juga umumnya engga cuma menawarkan binary option aja, tapi termasuk forex dan cryptocurrency. Dan gue lebih bisa pake software yang ditawarkan sama mereka, dibandingkan MetaTrader. Karena tampilannya lebih simple, dan bells & whistlenya juga lebih rapi. Metatrader kayaknya lebih fokus ke fungsionalitasnya dibandingin ngembangin UI yang terpoles.

Sumber Income Broker

Lah bentar… bentar. Ngapa gue mesti pusingin income brokernya? Kan gue mau dapet duit, bukannya mau brokernya dapet duit, kalo gitu kan gue yang rugi?

Iye, gue juga tau tong. Tapi lo mesti mikirin juga hal-hal seperti ini. Kalo brokernya ga dapet income, gimana caranya bayar elo? Misal lo deposit $10 terus lo dapet profit $1000?

Broker bukan dinas sosial. Mereka juga butuh penghasilan. Dan supaya bisa stay in business, mereka harus bisa ngebayar profit segede itu. Nah ini yang jadi pertanyaan gue. Kalo ga, ya mereka bakal dicap penipu dong. Yang jelas, buat bayar profit elo, buat bayar karyawan, buat maintain aplikasinya mereka juga harus dapet profit.

Awalnya gue rada bingung. Tapi setelah gue amatin, masuk akal juga. Rata-rata orang yang kepincut sama iklan binary option itu terjun bebas tanpa research sama sekali. Di aplikasinya ada indikator “trader’s mood”. Indikator ini nunjukkin berapa persen dari trader yang online, masang di “call” atau “put”. Dan rata-rata gue perhatiin tebakan mereka salah melulu. Ini gue liat di 2 platform (Iq Option dan Expert Option).

Gue rasa itu sumber income utamanya. Dan itung aja, walaupun boleh pasang $1 tapi kalo 1000 orang online, dan 800nya ngaco, kan udah $800 per x menit. Per x menit yah, bukan per hari apalagi per bulan.

Nah income dari situ yang dibagiin buat profit orang-orang yang forecast dengan tepat (yang gue rasa cuma minoritas). Mereka masih punya penghasilan buat biaya operasional dan profit mereka sendiri.

Di luar itu, jangan lupa, broker kayak Iq Option juga punya services lainnya, seperti forex. Mereka pasang margin yang lumayan gede untuk jual-belinya. Dari situ mereka juga dapet profit.

Teknik

Untuk binary option gue berpendapat ga ada teknik sebenernya. Cuma lo harus liat grafiknya secara teliti, baik dalam jangka waktu yang panjang dan pendek. Kalo jangka waktu panjangnya, liat aja trendnya lagi naik atau turun, dan udah berapa lama.

Kalo jangka panjangnya merangkak naik, tapi jangka pendeknya lagi ngedrop dan kira-kira dalam kurun waktu tertentu masih ngedrop, ya invest drop dalam kurun waktu tersebut. Atau mungkin lo prefer invest terus tinggal, lo bisa set ke akhir hari, pas besokannya tinggal cek, profit ato loss.

Diluar itu, lo ga boleh baperan, dan emang harus siap kehilangan uang. Kalo minimum depositnya ga kecover sama income bulanan elo, ya jangan investasi kesini. Apalagi sampe ngutang sama orang segala khusus buat main beginian. Dan pastinya jangan investasikan semua tabungan elo kesini.

Sejauh ini gue coba bermain dengan beberapa style. Kalo style nekad, dapetnya gede, tapi abisnya juga cepet. Kalo style main aman, ya gedenya lama, tapi ga cepet habis. Yang jelas, gue berkesimpulan teknik ga gitu penting disini. Ga banyak yang perlu lu pelajarin, TAPI lo harus bener-bener pinter ngatur deposit elo (money management).

Minimalisir loss, karena loss itu pasti bakal elo alamin.

Rekor gue, dari saldo $20 gue tingkatin jadi $2000 dalam waktu seminggu. Ini screenshotnya, setelah gue withdraw sejumlah deposit. Jadi pertama kali gue ngelakuin kesalahan tolol, dimana semua saldo gue (deposit $250) ketaro di “call”. Pertama kali saldo gue angus begitu aja. Gue jadi dilema, lanjut ato stop, so gue putusin deposit kedua, sama $250 juga. Dan yang kedua kali ini, gue ngasilin $2000 dalam waktu seminggu itu.

Yes it’s possible.

Broker-broker ini biasanya nyediain training account dengan saldo gede (rata-rata kasih $10000). Kalo pake training account, kesannya gampang sekali. Ketika lo udah pake deposit real money, yang paling berasa bedanya itu adrenaline rush yang kenceng, dan kepengen buru-buru uang jadi berlipat ganda. Ini yang perlu ditahan. Dan ya mau ga mau buat ngalamin real experiencenya, elo harus deposit uang beneran.

Nah diluar itu, jauhin forum umum. Banyak orang yang terkesan “ahli” ngajarin teknik ini itu, tapi sebenernya mereka sendiri loss banyak. Kalo emang ada pertanyaan, langsung tanyakan ke support broker yang lo pakai.

Dan sekedar peringatan aja yah, ini termasuk addictive. Mungkin lebih addictive daripada Mobel Lejen Beng Beng. Cuma kalo main ML elo kalah ga rugi apa apa, tapi kalo menang juga ga dapet apa-apa juga, yang ada rugi waktu aja.

Sekarang gue lebih slow mainnya, dan lagi ngurusin Skrill dulu, supaya bisa masuk ke bank lokal.

Ada yang berpendapat ini gambling dibandingin forex, karena jangka pendek ga bisa ditebak dibandingkan grafik jangka panjang.

Well kenyataannya, lo bisa set expiration timenya sampe 1 menit, 1 jam, 1 hari atau bahkan sebulan.

Dan orang yang bilang forex itu bisa diprediksi, gue belon ngeliat dia jadi tajir dari forex. Sama-sama pemula di investasi beginian istilahnya. Kalo emang bisa diprediksi, logikanya napa ga sekalian invest nominal besar biar jadi tajir mendadak?

Sekali lagi, yang namanya spekulasi itu ga bisa diprediksi. Elo liat sendiri KBBI apa itu arti kata “spekulasi”. Jadi mau seminggu kek, mau sebulan kek, mau setahun kek mau 1 abad juga ga akan ada yang bisa melakukan prediksi %100 tepat.

Gue pribadi lebih suka main binary option dengan expiration time dibawah 5 menit, karena fast paced dan ga usah nunggu dengan harap-harap cemas. Gue loss, ya loss. Gue profit ya gue profit. Setelah udahan ga kepikiran lagi.

Broker

Penyedia service finansial seperti investasi-investasi diatas, biasanya disebut broker.

Sekarang pertanyaannya, broker mana yang harus dipilih?

Untuk Cryptocurrency, gue baru cobain IndoDax doang. Belon cobain yang internasional. Ada satu lagi buatan orang lokal, namanya Luno. Tapi pas gue mau deposit ga bisa. Ya kalo mereka kagak mau duit gue ya rapopo. Sejauh ini IndoDax paling gampang depositnya.

Untuk forex, auk. Mbuh. Tanya yang lain.

Untuk binary option, gue udah cobain 4, Iq Option (yang paling populer), Expert Option (UI yang ditawarkan cukup terpoles, kayaknya kedua yang populer setelah Iq Option), Olymptrade (kayaknya lumayan populer di Indonesia juga) dan BinaryMate (saat ini masih cuma bisa dari browser, belum punya aplikasi desktop. Mobile ada, cuma mereka bilang lagi mau relaunching).

Ini urutan broker binary yang gue pake :

  1. Iq Option
  2. Expert Option
  3. BinaryMate
  4. Olymptrade

Yang lagi bener-bener serius gue pake cuma Iq Option dan Expert Option. Olymptrade sempat deposit, tapi input lagnya parah. Pas call/put, inputnya bakal ditaro di tick berikutnya. Sedangkan sejauh ini Iq Option dan Expert Option kadang grafiknya suka telat, tapi inputnya kagak, inputnya persis di tempat yang gue mau. Jadi kalo gue ngalamin loss, itu salah gue sendiri.

BinaryMate sendiri, sepertinya cukup kredibel, supportnya juga reponsive banget. Tapi gue belon deposit kesini.

Legit ga? Gue compare grafik 4-4nya, semuanya sama, atau seengganya mirip. Mungkin beda sedikit-sedikit. Lo bisa compare sama grafik dari sumber lain. Bagi gue sih udah cukup terbukti grafiknya real. Ga ada settingan atau “rig” yang direkayasa.

Sejauh ini gue udah narik sebesar $600 dari Iq Option tanpa masalah, dan prosesnya sekitar 1-5 hari. Kalo withdraw/refund ke CC, lebih cepet lagi. Jadi saat ini gue fokus ke Iq Option, sedangkan Expert Option gue pake di HP (Iq Option ga mau jalan di HP gue entah kenapa).

Judi? Halal? Haram? Riba?

Kan udah dibahas tadi? Okelah, anggep aja sistem seperti ini judi. Tapi kalo ngikutin logika kayak gitu, apa sih yang bukan judi?

Ketika temen-temen dan orang dekat gue perkenalkan dengan 3 investasi tersebut, mereka semuanya ngasih reaksi yang sama : ini judi. Dan yang religius langsung ngecap haram. Gue paling sebel ngadepin orang-orang begini.

Logikanya, yang namanya “spekulasi” itu udah nyrempet judi. Mau saham, mau forex, investasi apapun, khususnya bisnis.

Lo investasi saham, banyak kasus saham yang naik di tahun sebelumnya, anjlok abis-abisan di beberapa tahun berikutnya. Ga percaya? Liat grafik saham GoPro.

Lo “investasi” waktu kecil masuk sekolah lo juga berjudi sama hiduplo. Lo bisa aja ketemu bully yang nantinya nimbulin trauma di masa tua elo dan hiduplo berantakan setelahnya.

Lo dapet gelar PhD, berharap lo dapet pekerjaan prestisius dengan gaji ratusan juta per bulan kenyataannya malah banyak yang jadi pengangguran gara-gara gelar ketinggian dan perusahaan rata-rata ga punya budget buat ngehire orang dengan gelar ini.

Lo investasi dengan memulai bisnis. Katakanlah memulai franchise kedai minuman sebesar Rp. 5.000.000,- lengkap dengan karyawan, kedai dan bahan-bahannya. Emang ga mungkin itu kedai ga laku dan malah bikinlo rugi tiap bulan?

Pengalaman pertama gue nekad terjun ke bisnis, gue malah rugi puluhan juta. Beli komputer untuk bisnis pertama gue itu, nilainya menurun terus tiap tahun, dan beberapa malah ada yang rusak, jadi gue harus buang. Sedangkan income boro-boro nutup aja belon.

Dan yang orang tua gue paling sering cekokin ke gue, investasi emas. Katanya harga emas stabil. Kenyataannya engga.

Singkatnya suka ato engga, tiap kali elo membuat keputusan, elo itu berjudi. Keputusan elo bisa salah bisa bener. Dan ini sebabnya banyak orang yang jadi plin plan, karena ga bisa berpikir dan membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Terus bedanya apa sama situs bet, poker atau gambling diluaran sana? Poker, blackjack, roulette mau yang offline mau yang online itu bisa diset sama bandarnya.

Ga usah liat poker online, lo ke pusat permainan yang ngehadiahin tiket buat dituker sama hadiah itu biasanya mesinnya diset untuk ngasih menang sekian persen (biasanya dibawah 10%). Lo main mesin beginian, lo udah judi juga sebenernya.

Dan kayak yang udah dibahas sebelumnya, binary option make grafik dari aset nyata, dan ada regulasi dari badan finansial (kalo iq option dari CySEC; Cyprus Securities and Exchange Commission). Sedangkan situs bet atau gambling, biasanya ga diregulasi. Nasiblo bener-bener tergantung bandar jadinya. Mereka jujur ato engga.

Ada beberapa binary option broker lainnya yang dapet regulasi dari USA atau UK kayak Nadex. Tapi kalo untuk urusan ini elo harus berpikir panjang lebar dan bener-bener ga bisa kehilangan uang sama sekali, baiknya ga usah berinvestasi sama sekali.

Nah, lo berinvestasi ke hal-hal yang gue bahas disini, gue ga untung apa-apa (kecuali lo pake link referral ke IndoDax). It’s all up to you.

Still, it’s generally a good idea to shut your mouth on these stuffs. Apalagi kalo berhadapan sama orang-orang suci penghuni surga.

Tapi yang paling gue heran ribuan orang malah lebih suka beriman dan ber”investasi” sama orang kayak Kanjeng Dimas yang konon bisa menggandakan uang dengan bantuan dunia roh bwahahaha.

Dan kalo lo inget joke semasa kecil;

Pemuda : Pak Pendeta, anak ente berjudi!

Pendeta : Ya ampun dosa!

Pemuda : Menang banyak Pak Pendeta!

Pendeta : Syukurlah!

Biar kagak banyak protes, tokohnya gue modifikasi dikit. Dan gue berani pastikan itu emang terjadi di dunia nyata.

Intinya, orang ga bakalan mau ikutan kalo ga liat kesuksesan orang lain. Takut memulai sesuatu yang baru.

Disclaimer Penutup

Seperti disclaimer-disclaimer yang udah diutarakan para broker, lo bisa kehilangan uang dalam sekejab apabila lo melakukan investasi ke services mereka.

Jadi silakan berinvestasi, asal lo sadar dan paham akan resiko ini. Bila elo kehilangan uang, atau merugi elo engga akan menyalahkan gue ataupun artikel ini. Semua keputusan ada di tangan elo, dan elo lakukan secara sadar.